Menurut data dari perusahaan Halborn Security Research, pada Juni 2026, pengguna platform SecondFi menjadi korban peretasan besar. Dalam materi yang dipublikasikan, para ahli menjelaskan kejadian tersebut dengan menunjuk pada fakta kompromi dana atau data klien layanan ini.

Signifikansi peristiwa ini terletak pada pengingat berulang tentang kerentanan dalam infrastruktur kripto, bahkan ketika hal tersebut dinyatakan oleh auditor terkemuka. Namun, informasi saat ini didasarkan secara eksklusif pada meta-sinopsis laporan dari perusahaan Halborn itu sendiri, tanpa melibatkan sumber independen atau detail teknis serangan.

Saat ini, konteks kejadian terbatas pada satu sumber primer. Tidak adanya bukti pendukung (corroborating evidence) dari peneliti lain atau dari pengembang SecondFi itu sendiri menghalangi pemulihan gambaran lengkap mengenai metode peretasan dan volume aset yang terdampak secara tepat.