Gedung Putih telah menyebarkan beberapa rincian mengenai pembatasan konflik kepentingan yang disepakati oleh presiden dengan para negosiator Republik. Namun, pejabat administrasi terus mendesak senator Demokrat untuk menerima kesepakatan etika terkait Undang-Undang CLARITY Act ini, seiring masuknya negosiasi ke tahap akhir sebelum reses Agustus di Kongres.

Berdasarkan data yang tersedia, Departemen Kehakiman AS akan bertugas menegakkan ketentuan etika yang berkaitan dengan Presiden Trump. Perjanjian ini berpotensi menghilangkan hambatan serius terakhir untuk membawa undang-undang tersebut ke pemungutan suara di Senat, meskipun Demokrat masih menyatakan keraguan.

Terlepas dari kemajuan dalam menyelaraskan formulasi antara Gedung Putih dan Partai Republik, pengesahan akhir undang-undang tetap dipertanyakan karena sikap partai oposisi. Situasi berkembang dengan cepat, dan hasilnya bergantung pada keberhasilan konsultasi saat ini dalam beberapa hari mendatang.