Harga Bitcoin turun, menjauh dari level tertingginya dalam sebulan terakhir. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan harga minyak mentah WTI yang melampaui tanda 85 dolar per barel untuk pertama kalinya sejak Juni.

Kenaikan harga energi sekali lagi memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengenai meningkatnya tekanan inflasi. Menanggapi risiko-risiko ini, investor mulai mengalihkan fokus mereka ke instrumen pelindung nilai tradisional.

Teramati adanya aliran modal menuju emas dan perak, serta peningkatan minat terhadap Bitcoin sebagai aset aman. Sementara itu, altcoin kehilangan daya tarik di tengah ketidakpastian umum.

Dinamika pasar saat ini menunjukkan reaksi aset kripto terhadap sinyal makroekonomi dari sektor tradisional, di mana kenaikan harga komoditas mendikte strategi alokasi dana yang baru.