Pengusaha Thailand mengajukan gugatan terhadap Tether terkait pembekuan USDT senilai 42 juta dolar. Menurut ringkasan singkat dari Cointelegraph, dana tersebut terkait dengan skema 'pig butcher'—sejenis penipuan di mana korban biasanya dibujuk melalui komunikasi kepercayaan jangka panjang.

Kisah ini menyoroti praktik pembekuan stablecoin, di mana penerbit membatasi pergerakan token yang terkait dengan aktivitas mencurigakan. Namun, paket data yang tersedia tidak memuat teks gugatan, penjelasan dari Tether, atau data mengenai status hukum kasus tersebut.

Dalam tinjauan yang sama, dilaporkan bahwa perusahaan kripto Australia menghadapi denda besar jika gagal memenuhi persyaratan perizinan dalam tenggat waktu yang ditentukan. Sumber tersebut juga menyebutkan pinjaman kripto untuk 6 600 mahasiswa, namun rincian program ini tidak tersedia dalam paket data.