Menurut laporan The Block, kelompok Korea Utara Kimsuky menggunakan AI generatif untuk membuat dokumen phishing. Tema materi tersebut berkaitan dengan aset digital, strategi investasi, dan layanan fintech.

Bagi perusahaan kripto dan organisasi keuangan, hal ini menimbulkan risiko tambahan: tema industri yang familiar dapat digunakan dalam pesan penipuan yang ditujukan kepada karyawan atau klien. Namun, sumber tersebut tidak melaporkan korban spesifik, jumlah kerugian, atau serangan tertentu.

Data ini didasarkan pada sinopsis publikasi The Block, bukan pada teks lengkap investigasi atau pernyataan primer. Oleh karena itu, skala penggunaan AI, periode kampanye, dan efektivitas praktisnya belum dapat dikonfirmasi.