BlockSec Research melaporkan pemeriksaan pengaturan DNS pada 100 domain DeFi terkemuka. Menurut perusahaan riset tersebut, 72% di antaranya tidak memiliki catatan CAA, dan 47% gagal dalam verifikasi DNSSEC.

Perusahaan mengaitkan celah-celah ini dengan risiko pengambilalihan frontend, tempat pengguna berinteraksi dengan layanan Web3. Deskripsi yang tersedia tidak merinci domain spesifik, periode waktu pemeriksaan, atau skenario serangan individu.

Konteks praktis bagi tim DeFi adalah memeriksa keberadaan CAA dan kebenaran DNSSEC pada domain mereka. Namun, materi sumber hanya disajikan sebagai ringkasan singkat dari BlockSec Research, sehingga kesimpulannya tidak memiliki konfirmasi independen dalam paket yang disediakan.