Token ARB naik sebesar 25% dan menjadi pemimpin di antara 108 token terbesar selain stablecoin, lapor The Defiant. Kenaikan ini terjadi seiring dengan lonjakan biaya jaringan Robinhood yang berlipat ganda dalam satu hari.

Berdasarkan ketentuan kontrak, Arbitrum DAO menerima 10% dari biaya tersebut—sekitar $192 000 per hari. Di tengah hal ini, Bitcoin turun sebesar 0,7%, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dan Amerika Serikat meningkat, sementara emas anjlok sebesar 1,9%.

Signifikansi peristiwa ini terletak pada munculnya aliran uang yang terukur terkait penggunaan jaringan, bukan sekadar pergerakan harga ARB. Namun, materi yang tersedia tidak mengungkap penyebab lonjakan biaya, keberlanjutannya, maupun mekanisme pasti bagaimana pembayaran tersebut memengaruhi harga token.